Sejarah Laksamana Cheng Ho
LAKSAMANA CHENG HO PANGLIMA MUSLIM TIONGHOA PENAKLUK DUNIA
Oleh : Nur Muhamad Said Abdullah
Korp : Ingsun Gerilya PMII An-Nawawi (Angkatan 3)
`
Laksamana Cheng Ho berasal dari banhgsa Hui, salah satu bangsa minoritas. Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariwan muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa terhadap pembaharuan, penyebaran, serta penyebaran perkembangan Islam di Nusantara.Cheng Ho juga dikenal sebagai penjelajah dunia pada abad ke 15. Tepatnya pada masa Dinasti Ming yang berarti gilang-gemilang, sebab Dinasti Ming ini berdiri berkat keberhasilan meruntuhkan rezim Mongol yang notabenya sebagai rezim imperialis asing di Tiongkok. Tepatnya pada masa Dinasti Ming 1368-1644, Cheng Ho dan armad raksasanya berhasil menjelajahi dunia dalam rentang waktu kurang lebih 28 tahun 1405-1433.
Misi Cheng Ho ini, sebagaimana yang tercatat dalam lembaran sejarah, bukan untuk melkukan penjajahan, proyek kolonisme dan imperialism, tetapi lebih dalam melkukan hubungan diplomasi dan menggalang persahabatan antara Tiongkok dengan negara asing.Perjalanan Cheng Ho juga jauh berbeda dengan yang dilakukan para penjelajah Eropa, karena mereka lebih mengedepankan penjajahan, eksploitasi, dan perbudakan negara yang mereka duduki.Cheng Ho juga terkenal sebagai sosok yang turut menyebarkan perdamaian dan persaudaraan. Sehingga Cheng Ho tidak bertindak diskriminatif terhadap anakbuahnya yang berbeda agama, juga tidak bertindak intoleran terhadap masyarakat non-muslimdi negara yang disingahinya. Wajar kalua Laksamana Cheng Ho dihormati setiap ia bersinggah.
Ekspedisi Cheng Ho keberbagai negara, terutama Nusantara yang banyak ditemukan situs Cheng Ho. Diantara situs-situs yang ditemukan rata-rata berupa Masjid dan Klenteng. Di Semarang, Jawa Tengah misalnya, menunjukkan dia pernah singgah di Jawa dan masih banyakn lagi ynag menjadi kenangan Laksamana Cheng Ho. Dengan nilai-nilai pluralism, kemanusiaan dan perdamaian.. Kunjungan Cheng Ho ke berbagai negara itu menjadi bahan refleksi semangat perdamaian antar semua bangsa, suku dan budaya yang disinggahinya.
Cheng Ho dalam sejarah Islam di Tiongkok dikenal dengan nama Sam Po Kong, meskipun Cheng Ho sebenarnya memiliki banyak nama. Ia lahir pada tahun 1371 M. Adalah seorang penjelajah ulung dan bahariawan agung kaliber dunia. Perjalanan Cheng Ho ini dinyatakan lebih awal dari para penjajah Eropa abad 15 semacam Christoforus Colombus menjelajah sekitar 1460-1524, Vasco De Gama menjelajah sekitar 1460-1524 dan lainya. Dalam sejarah Islam juga dikenal dua penjelajah agung yaitu Ibn Battuta, asal Maroko dan Cheng Ho asal Tiongkok.
Petualangan Cheng Ho ini dimulai pada tahun 1405 atas utusan Kaisar Zhu Di untuk memimpin pelayaran ke Barat dalam rangka mengenalkan Dinasti Ming, dengan mengunakan solidaritas negara Asia-Afrika. Dengan itu perjalanan Cheng Ho berlayar hingga ke Pulau Sumatra dan Jawa. Dalam kondisi yang masih pora-poranda keadaan Tiongkok pada abad 14 merupakan masa transisi dalam sejarah politik Tiongkok. Sehingga di abad itu turut menghentarkan Laksamana Cheng Ho hingga namanya melegenda dalam sejarah dunia.
Pada abad 14 menguasai Tiongkok dimana kekuasaan Mongol atau Disnasti Yuan pada tahun 1260 ketika seorang keturunan Jenghis Khan pendiri kekuasaan Mongol. Kubilai Khan, berhasil mendirikan kerajaan di Bejing, karena datangnya penguasa asing di daratan Tiongkok menjadi penyebab keruntuhan. Kubilai Khan berakhir pada 1279 Dinasti Yuan atau kekuasaan Mongol meneguhkan eksistensinya sebagai kawasan asing yang berkuasa di Filipina. Kemudian Dinasti Yuan diganti menjadi dinasti asing Mongol pada tahun 1368.
Ketika Dinasti Yuan yang di gerakkan oleh Kubilai Khan, dalam pemerintahannya dibantu oleh Marco Polo yang merupakan anak dari Nico Polo. Kubilai Khan yang menginkan perluasan kekuasan, sampailah dia ke Jawa. Di masa itulah pelayarannya sampai ke Singosari yang di rajai oleh Prabu Kertanegara pada tahun 1280. Kubilai Khan menginginkan Singosari menjadi bagian dari kekuasaannya, namun ditolak mentah-mentahan oleh Prabu Kertanegara. Pada akhirnya kemarahan Kubilai Khan masih menghinggap dalam benaknya dan akhirnya Kubilai Khan melakukan perlayaran ke Singosari untuk kedua kalinya pada tahun 1289 dan akhirnya dipermalukan. Ketika tentara Mongol yang di kirim untuk merebut lagi Kerajaan Singosari, Singosari ternyata sudah runtuh dikalahkan oleh Jayaketawang dari Kediri pada tahun 1294.
Kedatangan tentara Mongol ketiga kalinya tanpa di kawal oleh Kubilai Khan karena Kubilai Khan meninggal dunia. Adapun tentara Mongol tetap melanjutkan ke Jawa. Sampailah ke Jawa dan akhirnya di manfaatkan oleh Prabu Kertawijaya untuk menghancurkan Jayaketawang dengan berujung kemenangan, sehingga kemudian Prabu Kertanegara mendirikan Kerajaan Majapahit.
Meninggalnya Kubilai Khan sangat siknifikan akan kemerosotan kekuasaan Mongol di Tiongkok karena tidak lagi menggunakan sistem Mongol dengan demokratis dalam memilih pemimpin. Bergantan pemimpin memang sangat berpengaruh bagi rakyatnya, ketika di tahun 1312-1321 Raja Jen Tsung yang merupakan raja ke empat mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik. Kemudian berganti kepemimpinan kerajaan oleh Shen Ti pada tahun 1326-1346 yang merupakan raja terakhir. Dalam pemerintahan Shen Ti terkenal dengan keterpurukan rakyat yang sangat lama.
Di tahun 1356 muncullah kebangkitan Tiongkok berkat pribumi kaum petani yang di pimpin oleh Chu Yuan Chang. Chu Yuan Chang adalah seorang pribumi kaum petani yang memiliki jiwa melawan keterpurukan kaum peibumi Tiongkok . Di masa itulah, kredibilitas atau kekuatan kepercayaan pemerintah sudah mulai runtuh dimasa rakyat, dengan perlawanan itulah akhirnya bisa menang. Perlawanan yang dipimpin oleh Chu Yuan Chang semakin meluas, direbutlah sebuah ibukota Peking atau Beijing tahun 1368. Selanjutnaya Chu Yuan Chang mendirikan Dinasti Ming atau Lan dan berakhirlah Dinasti Yuan atau Mongol.
Ketika Tiongkok di pimpin oleh Chu Yuan Chang sangatlah memantik semangat nasionalisme rakyat Tionghoa. Chu Yuan Chang adalah seorang yang memunculkan perasaan cinta tanah air di kalangan rakyat Tiongkok. Memasuki abad 15, Dinasti Ming ini oleh hLan disebut memasuki era perlayaran atau ekspedisi. Kemudian Dinasti Ming melahirkan penjelajah ulung bernama Cheng Ho.
Oleh : Nur Muhamad Said Abdullah
Korp : Ingsun Gerilya PMII An-Nawawi (Angkatan 3)
`
Laksamana Cheng Ho berasal dari banhgsa Hui, salah satu bangsa minoritas. Laksamana Cheng Ho adalah sosok bahariwan muslim Tionghoa yang tangguh dan berjasa terhadap pembaharuan, penyebaran, serta penyebaran perkembangan Islam di Nusantara.Cheng Ho juga dikenal sebagai penjelajah dunia pada abad ke 15. Tepatnya pada masa Dinasti Ming yang berarti gilang-gemilang, sebab Dinasti Ming ini berdiri berkat keberhasilan meruntuhkan rezim Mongol yang notabenya sebagai rezim imperialis asing di Tiongkok. Tepatnya pada masa Dinasti Ming 1368-1644, Cheng Ho dan armad raksasanya berhasil menjelajahi dunia dalam rentang waktu kurang lebih 28 tahun 1405-1433.
Misi Cheng Ho ini, sebagaimana yang tercatat dalam lembaran sejarah, bukan untuk melkukan penjajahan, proyek kolonisme dan imperialism, tetapi lebih dalam melkukan hubungan diplomasi dan menggalang persahabatan antara Tiongkok dengan negara asing.Perjalanan Cheng Ho juga jauh berbeda dengan yang dilakukan para penjelajah Eropa, karena mereka lebih mengedepankan penjajahan, eksploitasi, dan perbudakan negara yang mereka duduki.Cheng Ho juga terkenal sebagai sosok yang turut menyebarkan perdamaian dan persaudaraan. Sehingga Cheng Ho tidak bertindak diskriminatif terhadap anakbuahnya yang berbeda agama, juga tidak bertindak intoleran terhadap masyarakat non-muslimdi negara yang disingahinya. Wajar kalua Laksamana Cheng Ho dihormati setiap ia bersinggah.
Ekspedisi Cheng Ho keberbagai negara, terutama Nusantara yang banyak ditemukan situs Cheng Ho. Diantara situs-situs yang ditemukan rata-rata berupa Masjid dan Klenteng. Di Semarang, Jawa Tengah misalnya, menunjukkan dia pernah singgah di Jawa dan masih banyakn lagi ynag menjadi kenangan Laksamana Cheng Ho. Dengan nilai-nilai pluralism, kemanusiaan dan perdamaian.. Kunjungan Cheng Ho ke berbagai negara itu menjadi bahan refleksi semangat perdamaian antar semua bangsa, suku dan budaya yang disinggahinya.
Cheng Ho dalam sejarah Islam di Tiongkok dikenal dengan nama Sam Po Kong, meskipun Cheng Ho sebenarnya memiliki banyak nama. Ia lahir pada tahun 1371 M. Adalah seorang penjelajah ulung dan bahariawan agung kaliber dunia. Perjalanan Cheng Ho ini dinyatakan lebih awal dari para penjajah Eropa abad 15 semacam Christoforus Colombus menjelajah sekitar 1460-1524, Vasco De Gama menjelajah sekitar 1460-1524 dan lainya. Dalam sejarah Islam juga dikenal dua penjelajah agung yaitu Ibn Battuta, asal Maroko dan Cheng Ho asal Tiongkok.
Petualangan Cheng Ho ini dimulai pada tahun 1405 atas utusan Kaisar Zhu Di untuk memimpin pelayaran ke Barat dalam rangka mengenalkan Dinasti Ming, dengan mengunakan solidaritas negara Asia-Afrika. Dengan itu perjalanan Cheng Ho berlayar hingga ke Pulau Sumatra dan Jawa. Dalam kondisi yang masih pora-poranda keadaan Tiongkok pada abad 14 merupakan masa transisi dalam sejarah politik Tiongkok. Sehingga di abad itu turut menghentarkan Laksamana Cheng Ho hingga namanya melegenda dalam sejarah dunia.
Pada abad 14 menguasai Tiongkok dimana kekuasaan Mongol atau Disnasti Yuan pada tahun 1260 ketika seorang keturunan Jenghis Khan pendiri kekuasaan Mongol. Kubilai Khan, berhasil mendirikan kerajaan di Bejing, karena datangnya penguasa asing di daratan Tiongkok menjadi penyebab keruntuhan. Kubilai Khan berakhir pada 1279 Dinasti Yuan atau kekuasaan Mongol meneguhkan eksistensinya sebagai kawasan asing yang berkuasa di Filipina. Kemudian Dinasti Yuan diganti menjadi dinasti asing Mongol pada tahun 1368.
Ketika Dinasti Yuan yang di gerakkan oleh Kubilai Khan, dalam pemerintahannya dibantu oleh Marco Polo yang merupakan anak dari Nico Polo. Kubilai Khan yang menginkan perluasan kekuasan, sampailah dia ke Jawa. Di masa itulah pelayarannya sampai ke Singosari yang di rajai oleh Prabu Kertanegara pada tahun 1280. Kubilai Khan menginginkan Singosari menjadi bagian dari kekuasaannya, namun ditolak mentah-mentahan oleh Prabu Kertanegara. Pada akhirnya kemarahan Kubilai Khan masih menghinggap dalam benaknya dan akhirnya Kubilai Khan melakukan perlayaran ke Singosari untuk kedua kalinya pada tahun 1289 dan akhirnya dipermalukan. Ketika tentara Mongol yang di kirim untuk merebut lagi Kerajaan Singosari, Singosari ternyata sudah runtuh dikalahkan oleh Jayaketawang dari Kediri pada tahun 1294.
Kedatangan tentara Mongol ketiga kalinya tanpa di kawal oleh Kubilai Khan karena Kubilai Khan meninggal dunia. Adapun tentara Mongol tetap melanjutkan ke Jawa. Sampailah ke Jawa dan akhirnya di manfaatkan oleh Prabu Kertawijaya untuk menghancurkan Jayaketawang dengan berujung kemenangan, sehingga kemudian Prabu Kertanegara mendirikan Kerajaan Majapahit.
Meninggalnya Kubilai Khan sangat siknifikan akan kemerosotan kekuasaan Mongol di Tiongkok karena tidak lagi menggunakan sistem Mongol dengan demokratis dalam memilih pemimpin. Bergantan pemimpin memang sangat berpengaruh bagi rakyatnya, ketika di tahun 1312-1321 Raja Jen Tsung yang merupakan raja ke empat mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik. Kemudian berganti kepemimpinan kerajaan oleh Shen Ti pada tahun 1326-1346 yang merupakan raja terakhir. Dalam pemerintahan Shen Ti terkenal dengan keterpurukan rakyat yang sangat lama.
Di tahun 1356 muncullah kebangkitan Tiongkok berkat pribumi kaum petani yang di pimpin oleh Chu Yuan Chang. Chu Yuan Chang adalah seorang pribumi kaum petani yang memiliki jiwa melawan keterpurukan kaum peibumi Tiongkok . Di masa itulah, kredibilitas atau kekuatan kepercayaan pemerintah sudah mulai runtuh dimasa rakyat, dengan perlawanan itulah akhirnya bisa menang. Perlawanan yang dipimpin oleh Chu Yuan Chang semakin meluas, direbutlah sebuah ibukota Peking atau Beijing tahun 1368. Selanjutnaya Chu Yuan Chang mendirikan Dinasti Ming atau Lan dan berakhirlah Dinasti Yuan atau Mongol.
Ketika Tiongkok di pimpin oleh Chu Yuan Chang sangatlah memantik semangat nasionalisme rakyat Tionghoa. Chu Yuan Chang adalah seorang yang memunculkan perasaan cinta tanah air di kalangan rakyat Tiongkok. Memasuki abad 15, Dinasti Ming ini oleh hLan disebut memasuki era perlayaran atau ekspedisi. Kemudian Dinasti Ming melahirkan penjelajah ulung bernama Cheng Ho.
Komentar
Posting Komentar